Sertifikat CPKB Tidak Mudah, Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

Sertifikat CPKB Tidak Mudah, Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi – Mendapatkan Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) BPOM bukan hanya sekadar melengkapi dokumen administrasi. Banyak industri kosmetik yang gagal dalam proses sertifikasi bukan karena tidak memiliki fasilitas produksi, tetapi karena belum mampu menerapkan sistem mutu CPKB secara nyata dalam aktivitas operasional sehari-hari.

BPOM melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai aspek industri kosmetik, mulai dari sistem dokumentasi, kompetensi personel, pengawasan mutu, fasilitas produksi, hingga konsistensi penerapan prosedur. Artinya, perusahaan tidak cukup hanya memiliki SOP dan dokumen lengkap, tetapi harus mampu membuktikan bahwa seluruh sistem tersebut benar-benar dijalankan.

Banyak pelaku usaha kosmetik melakukan kesalahan yang terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi penyebab utama tertundanya bahkan gagalnya proses sertifikasi.

Berikut beberapa kesalahan fatal yang sering terjadi saat mengurus Sertifikat CPKB BPOM.

Dokumen CPKB Hanya Dibuat Sebagai Formalitas

Salah satu kesalahan terbesar yang sering ditemukan adalah perusahaan memiliki banyak dokumen CPKB, tetapi dokumen tersebut hanya dibuat untuk memenuhi persyaratan pengajuan.

Beberapa perusahaan memiliki SOP yang lengkap, namun karyawan produksi tidak memahami isi prosedur tersebut. Dokumen hanya tersimpan di lemari tanpa pernah digunakan sebagai pedoman kerja.

Dampak Kesalahan Dokumentasi CPKB

Saat dilakukan pemeriksaan, auditor BPOM akan membandingkan antara dokumen dengan praktik nyata di lapangan.

Apabila ditemukan perbedaan antara prosedur tertulis dan aktivitas produksi, perusahaan dapat dianggap belum menerapkan sistem CPKB secara efektif.

Contohnya:

  • SOP pembersihan alat tersedia, tetapi catatan pelaksanaan tidak ada.
  • Prosedur produksi dibuat, tetapi operator tidak mengikuti alur kerja.
  • Formulir pengawasan tersedia, tetapi tidak diisi secara konsisten.

Dokumen CPKB harus menjadi sistem kerja yang diterapkan, bukan hanya dokumen pelengkap.

Penanggung Jawab Teknis Tidak Memahami Sistem CPKB

Penanggung Jawab Teknis (PJT) memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu kosmetik.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan menunjuk PJT hanya sebagai persyaratan administratif tanpa melibatkan secara aktif dalam pengawasan operasional.

Beberapa permasalahan yang sering ditemukan:

  • PJT tidak memahami prinsip CPKB.
  • PJT tidak mengikuti perkembangan regulasi kosmetik.
  • PJT tidak melakukan pengawasan terhadap proses produksi.
  • PJT tidak terlibat dalam evaluasi penyimpangan.

Dampak PJT yang Tidak Kompeten

Ketika PJT tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik, berbagai masalah kecil dapat berkembang menjadi ketidaksesuaian besar.

Padahal, PJT memiliki peran penting dalam memastikan:

  • Kesesuaian proses produksi.
  • Pengendalian perubahan.
  • Evaluasi kualitas produk.
  • Tindakan perbaikan dan pencegahan.
Sertifikat CPKB Tidak Mudah, Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Sertifikat CPKB Tidak Mudah, Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

Pengawasan Mutu (Quality Control) Tidak Berjalan Optimal

Kesalahan berikutnya yang sering menyebabkan masalah dalam sertifikasi CPKB adalah lemahnya sistem pengawasan mutu atau Quality Control (QC).

Beberapa perusahaan masih menganggap QC hanya sebagai pemeriksaan akhir produk, padahal fungsi QC harus berjalan sejak bahan baku diterima hingga produk siap dipasarkan.

Kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Pemeriksaan bahan baku tidak dilakukan secara konsisten.
  • Tidak tersedia catatan hasil pengujian.
  • QC tidak memiliki kewenangan independen.
  • Produksi dan QC tidak memiliki batas tanggung jawab yang jelas.
  • Produk tidak melalui evaluasi mutu yang sesuai.

Risiko Pengawasan Mutu yang Lemah

Tanpa sistem QC yang baik, perusahaan berisiko menghasilkan produk yang tidak memenuhi standar kualitas.

Hal ini dapat menyebabkan:

  • Produk tidak konsisten.
  • Keluhan konsumen meningkat.
  • Sulit melakukan investigasi masalah.
  • Risiko penolakan saat pemeriksaan BPOM.

Layout Fasilitas Produksi Tidak Sesuai Standar CPKB

Kesalahan dalam perencanaan fasilitas produksi juga menjadi salah satu penyebab utama kendala sertifikasi.

Beberapa industri kosmetik membangun ruang produksi tanpa mempertimbangkan prinsip alur kerja yang sesuai dengan standar CPKB.

Masalah yang sering ditemukan:

  • Alur bahan baku dan produk jadi bercampur.
  • Area produksi tidak memiliki pemisahan fungsi.
  • Risiko kontaminasi silang tinggi.
  • Ruang penyimpanan tidak sesuai kebutuhan.
  • Area kebersihan dan produksi tidak terkendali.

Dampak Kesalahan Tata Letak Produksi

Apabila fasilitas tidak memenuhi standar, perusahaan dapat mengalami kerugian tambahan karena harus melakukan perubahan bangunan atau renovasi agar sesuai persyaratan.

Perencanaan layout sejak awal sangat penting agar fasilitas produksi dapat mendukung penerapan CPKB secara efektif.

Tidak Memiliki Sistem Ketertelusuran Bahan Baku yang Baik

Ketertelusuran atau traceability merupakan bagian penting dalam sistem mutu industri kosmetik.

Namun, masih banyak perusahaan yang belum memiliki pencatatan bahan baku secara lengkap.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Tidak mencatat nomor batch bahan baku.
  • Tidak menyimpan dokumen pemasok.
  • Tidak mencatat tanggal penerimaan bahan.
  • Tidak melakukan pengendalian masa berlaku bahan.
  • Dokumen penggunaan bahan tidak lengkap.

Dampak Sistem Traceability yang Lemah

Apabila terjadi keluhan konsumen seperti iritasi atau reaksi alergi, perusahaan akan kesulitan melakukan investigasi karena tidak memiliki riwayat bahan dan proses produksi yang lengkap.

Sistem ketertelusuran membantu perusahaan mengetahui:

  • Bahan baku yang digunakan.
  • Supplier bahan.
  • Waktu produksi.
  • Batch produk yang terdampak.
  • Tindakan perbaikan yang diperlukan.

Kurangnya Persiapan Sebelum Audit BPOM

Banyak perusahaan langsung mengajukan sertifikasi tanpa melakukan evaluasi internal terlebih dahulu.

Padahal, sebelum menghadapi pemeriksaan BPOM, perusahaan perlu memastikan seluruh aspek CPKB sudah berjalan dengan baik.

Persiapan yang sebaiknya dilakukan:

  • Melakukan gap assessment.
  • Melakukan audit internal.
  • Memastikan dokumen diperbarui.
  • Melatih karyawan.
  • Melakukan simulasi pemeriksaan.
  • Memperbaiki temuan sebelum pengajuan.

Dengan persiapan yang matang, risiko hambatan saat proses sertifikasi dapat dikurangi.

Bagaimana Agar Sertifikat CPKB Lebih Mudah Diperoleh?

Agar proses sertifikasi berjalan lancar, perusahaan perlu memastikan bahwa CPKB diterapkan sebagai budaya kerja, bukan hanya persyaratan administratif.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Memiliki PJT yang kompeten.
  • Menjalankan SOP secara konsisten.
  • Membentuk sistem QC yang kuat.
  • Menyiapkan fasilitas sesuai standar.
  • Melakukan dokumentasi dengan disiplin.
  • Melakukan evaluasi internal secara rutin.
  • Menggunakan pendampingan konsultan berpengalaman.

Pendampingan profesional dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kekurangan sejak awal dan mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan sebelum evaluasi BPOM.

Jasa Pendampingan Sertifikasi CPKB BPOM PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu industri kosmetik dalam mempersiapkan dan mengurus Sertifikat CPKB BPOM secara menyeluruh.

Layanan kami meliputi:

  • Evaluasi kesiapan industri.
  • Gap assessment CPKB.
  • Penyusunan dokumen mutu.
  • Penyusunan SOP.
  • Pendampingan implementasi CPKB.
  • Pelatihan personel.
  • Audit internal.
  • Simulasi inspeksi BPOM.
  • Pendampingan proses evaluasi hingga sertifikat terbit.

Dengan pengalaman dalam bidang regulasi kosmetik, PERMATAMAS membantu perusahaan menghindari kesalahan umum yang dapat menghambat proses sertifikasi.

Sertifikat CPKB bukan hanya tentang dokumen, tetapi tentang kesiapan sistem produksi secara menyeluruh. Pastikan industri kosmetik Anda dipersiapkan dengan benar agar proses sertifikasi berjalan lebih optimal.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Sertifikat CPKB Tidak Mudah, Ini Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

1. Mengapa Sertifikat CPKB BPOM sulit diperoleh?

Sertifikat CPKB BPOM membutuhkan kesiapan menyeluruh dari industri kosmetik, bukan hanya kelengkapan dokumen. BPOM menilai penerapan sistem mutu, fasilitas produksi, personel, dokumentasi, hingga proses pengawasan kualitas.

2. Apa kesalahan paling sering menyebabkan gagal Sertifikasi CPKB?

Kesalahan yang sering terjadi antara lain dokumen hanya dibuat sebagai formalitas, SOP tidak diterapkan, sistem pengawasan mutu lemah, fasilitas tidak sesuai standar, dan kurangnya pemahaman personel terhadap CPKB.

3. Apakah memiliki SOP saja sudah cukup untuk mendapatkan Sertifikat CPKB?

Tidak. SOP harus benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional. BPOM akan melihat kesesuaian antara dokumen tertulis dengan praktik nyata di area produksi.

4. Apa peran Penanggung Jawab Teknis (PJT) dalam Sertifikasi CPKB?

PJT berperan memastikan penerapan sistem mutu, pengawasan proses produksi, evaluasi penyimpangan, serta memastikan kegiatan industri kosmetik berjalan sesuai standar CPKB.

5. Mengapa Quality Control (QC) menjadi faktor penting dalam Sertifikasi CPKB?

QC memastikan bahan baku, proses produksi, dan produk jadi memenuhi standar mutu. Sistem QC yang tidak berjalan dapat menyebabkan produk tidak konsisten dan menjadi temuan saat audit BPOM.

6. Apakah layout pabrik kosmetik dapat menyebabkan Sertifikat CPKB ditolak?

Ya. Tata letak fasilitas yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan menunjukkan bahwa perusahaan belum memenuhi prinsip CPKB.

7. Apa yang dimaksud dengan ketertelusuran bahan baku dalam CPKB?

Ketertelusuran bahan baku adalah kemampuan perusahaan melacak riwayat bahan mulai dari pemasok, nomor batch, tanggal penerimaan, proses produksi, hingga produk akhir yang menggunakan bahan tersebut.

8. Bagaimana cara mempersiapkan audit Sertifikasi CPKB BPOM?

Perusahaan sebaiknya melakukan evaluasi kesiapan, audit internal, pemeriksaan dokumen, pelatihan karyawan, simulasi inspeksi, serta memperbaiki setiap ketidaksesuaian sebelum pemeriksaan BPOM.

9. Apakah menggunakan jasa konsultan dapat membantu proses Sertifikasi CPKB?

Ya. Konsultan membantu perusahaan memahami persyaratan BPOM, menyiapkan dokumen, memperbaiki sistem mutu, serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat menghambat proses sertifikasi.

10. Bagaimana PERMATAMAS membantu perusahaan memperoleh Sertifikat CPKB BPOM?

PERMATAMAS memberikan pendampingan mulai dari evaluasi awal, gap assessment, penyusunan dokumen CPKB, implementasi sistem mutu, audit internal, simulasi inspeksi, hingga pendampingan proses sertifikasi sampai selesai.

Syarat Mengurus SPA CPKB Golongan A

Syarat Mengurus SPA CPKB Golongan A – Mengurus SPA CPKB Golongan A merupakan langkah penting bagi pelaku industri kosmetik yang ingin memastikan bahwa fasilitas produksinya memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Dokumen ini berfungsi sebagai bukti bahwa proses produksi berjalan sesuai regulasi, higienis, dan konsisten. Tanpa SPA CPKB, perusahaan tidak dapat memproduksi atau mengedarkan produk kosmetik secara legal di Indonesia.

Dalam prosesnya, setiap perusahaan harus menyiapkan sejumlah persyaratan administratif maupun teknis. Persyaratan tersebut meliputi profil perusahaan, struktur organisasi, tata letak fasilitas produksi, hingga dokumen pendukung yang membuktikan kelayakan proses produksi. Meski terlihat kompleks, persyaratan ini sebenarnya dirancang untuk memastikan keamanan, mutu, dan konsistensi produk yang akhirnya dikonsumsi masyarakat.

Prosedur pengurusan SPA CPKB Golongan A kini juga semakin mudah berkat sistem digital dari Badan POM. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan seluruh dokumen, memastikan kelengkapan fasilitas produksi, lalu mengunggah berkas melalui sistem yang sudah disediakan. Dengan persiapan yang baik, proses pengajuan dapat berjalan lancar dan menghasilkan persetujuan dalam waktu yang relatif singkat.

Apa Itu SPA CPKB Golongan A dan Siapa yang Wajib Mengurusnya

SPA CPKB Golongan A adalah Surat Persetujuan Aplikasi yang menegaskan bahwa fasilitas produksi kosmetik telah memenuhi standar dasar CPKB sesuai ketentuan BPOM. Kategori Golongan A mencakup perusahaan dengan ruang lingkup produksi tertentu yang dianggap memiliki tingkat risiko lebih rendah dibanding jenis produksi kosmetik lainnya. Meski demikian, persyaratannya tetap detail dan wajib dipenuhi agar proses produksi dapat berjalan secara legal.

Pelaku usaha yang wajib mengurus SPA CPKB Golongan A biasanya merupakan perusahaan yang baru memulai produksi kosmetik atau sedang melakukan perubahan fasilitas. Di tengah proses penilaiannya, terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan seperti:

• Ketersediaan fasilitas produksi minimal
• Penjaminan kebersihan dan sanitasi pabrik
• Sistem dokumentasi dan pengawasan mutu

Bagi pelaku industri, keberadaan dokumen ini memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar. Dengan memiliki SPA CPKB Golongan A, perusahaan dapat mengajukan izin edar kosmetik secara resmi dan memperluas distribusi produk tanpa kendala birokrasi. Ini menjadi pondasi penting bagi brand kosmetik yang ingin tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Cara Mudah Mengurus SPA CPKB Golongan A

Mengurus SPA CPKB Golongan A kini jauh lebih sederhana dibanding beberapa tahun lalu. Perusahaan hanya perlu memastikan seluruh dokumen administratif tersedia dan fasilitas produksi telah siap diperiksa secara teknis. Proses pengajuan dilakukan melalui sistem yang telah disediakan BPOM sehingga meminimalkan prosedur manual yang memakan waktu.

Agar proses berjalan lancar, perusahaan sebaiknya memahami alur pengurusan sejak awal. Di tengah proses penyusunan berkas, terdapat beberapa langkah inti yang harus diperhatikan.

Tahapan Mengurus SPA CPKB Golongan A

1. Menyiapkan Dokumen Dasar
Sebagai langkah awal, pelaku usaha wajib menyiapkan seluruh dokumen yang menjadi syarat utama, seperti:
• NIB dengan klasifikasi KBLI 20232 (Bidang Industri Kosmetik).
• Surat permohonan resmi.
• Denah bangunan fasilitas produksi kosmetik yang sudah mendapatkan persetujuan BPOM.
• Dokumen Sistem Manajemen Mutu CPKB, termasuk Protap, SOP, serta catatan mutu pendukung.
• Penanggung Jawab Teknis (PJT) Apoteker.

2. Pengajuan Melalui Sistem OSS
Setelah dokumen lengkap, proses pengajuan dilakukan melalui portal OSS RBA dengan cara:
• Masuk ke akun oss.go.id.
• Buka menu PB UMKU, kemudian pilih Permohonan Baru.
• Pilih KBLI 20232 sesuai kegiatan usaha.
• Lanjutkan ke Proses Perizinan Berusaha UMKU, isi uraian kegiatan, dan unggah seluruh dokumen persyaratan dalam format PDF.

3. Proses Pemeriksaan oleh BPOM
Usai pengajuan dikirim, pelaku usaha melakukan koordinasi dengan UPT BPOM wilayah masing-masing.
UPT akan menjadwalkan dan melaksanakan pemeriksaan sarana (audit) untuk memastikan kesesuaian fasilitas dengan standar CPKB.

4. Tindak Lanjut Jika Ditemukan Ketidaksesuaian
Apabila dalam audit terdapat ketidaksesuaian, BPOM akan menerbitkan CAPA (Corrective Action Preventive Action).
Pelaku usaha harus melakukan perbaikan sesuai poin CAPA, kemudian mengonfirmasi kembali kepada UPT untuk proses verifikasi ulang.

5. Penerbitan Sertifikat SPA CPKB
Setelah semua perbaikan dinyatakan sesuai, UPT BPOM menerbitkan AHP (Analisa Hasil Pemeriksaan).
Selanjutnya, AHP disampaikan ke Deputi 2 BPOM untuk evaluasi akhir, sebelum SPA CPKB diterbitkan dan tampil di sistem OSS RBA.

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, BPOM akan melakukan evaluasi administrasi dan teknis. Jika tidak ada kekurangan, SPA CPKB dapat diterbitkan dalam waktu relatif cepat. Dengan perencanaan yang rapi, proses yang terlihat rumit ini sebenarnya bisa diselesaikan tanpa kendala berarti.

Biaya Mengurus SPA CPKB Golongan A

Salah satu keuntungan bagi pelaku usaha adalah bahwa pengurusan SPA CPKB Golongan A tidak memerlukan biaya alias gratis. Kebijakan ini diberikan untuk mendukung UKM dan industri kosmetik agar lebih mudah memenuhi standar produksi. Meski tidak ada biaya resmi, perusahaan tetap harus menyiapkan anggaran internal untuk perbaikan fasilitas atau penyesuaian teknis jika dibutuhkan.

Dalam proses pengajuan, pemohon hanya perlu memastikan seluruh dokumen dan fasilitas telah sesuai ketentuan BPOM. Di tengah proses ini, beberapa poin penting perlu diperhatikan untuk menghindari revisi atau penolakan berkas seperti:

• Pastikan dokumen teknis jelas dan tidak kabur
• Fasilitas produksi harus rapi dan higienis
• Struktur organisasi harus mencantumkan penanggung jawab teknis

Dengan memahami bahwa biaya pengurusan resmi adalah gratis, pelaku usaha dapat lebih fokus pada peningkatan mutu fasilitas dan sistem produksi. Hal ini akan mempercepat proses persetujuan sekaligus meminimalkan risiko perbaikan CAPA di kemudian hari.

Syarat Mengurus SPA CPKB Golongan A
Syarat Mengurus SPA CPKB Golongan A

Berapa Lama Proses Mengurus SPA CPKB Golongan A

Proses pengurusan SPA CPKB Golongan A pada umumnya membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 bulan, bergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan fasilitas produksi. Tahapan ini mencakup penilaian administrasi, evaluasi teknis, dan pemeriksaan fasilitas yang dilakukan oleh BPOM. Jika seluruh persyaratan dipenuhi sejak awal, prosesnya dapat berjalan lebih cepat dari estimasi normal.

Selama masa penilaian, perusahaan wajib memastikan bahwa setiap informasi yang diajukan benar dan sesuai kondisi lapangan. Di tengah rangkaian proses tersebut, terdapat beberapa aspek penting yang berpengaruh terhadap durasi penilaian, seperti:

• Kelengkapan berkas administrasi sejak pengajuan pertama
• Kondisi fasilitas produksi sesuai standar higienis
• Respons cepat terhadap permintaan klarifikasi BPOM

Meskipun estimasi waktu adalah 1–3 bulan, setiap pemohon perlu memahami bahwa ketepatan waktu juga dipengaruhi kesiapan internal perusahaan. Semakin baik perusahaan menyajikan dokumen dan memenuhi ketentuan teknis, semakin kecil kemungkinan terjadinya revisi atau perbaikan yang dapat memperpanjang proses persetujuan.

Apakah Ada Survei Saat Mengurus SPA CPKB Golongan A?

Pengurusan SPA CPKB Golongan A pasti disertai survei yang dilakukan oleh tim BPOM untuk memverifikasi kesesuaian data dengan kondisi fasilitas produksi. Survei ini merupakan bagian wajib dari penilaian teknis guna memastikan bahwa perusahaan telah menerapkan standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).

Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi produksi, mulai dari area penerimaan bahan hingga ruang penyimpanan produk jadi. Proses survei biasanya berlangsung satu hari, tetapi dapat diperpanjang jika ditemukan hal yang membutuhkan verifikasi tambahan.

Di tengah tahapan survei, terdapat beberapa fokus utama yang selalu diamati oleh tim auditor, di antaranya:
• Kebersihan fasilitas dan alur produksi
• Dokumentasi mutu yang dibuktikan secara nyata
• Ketersediaan alat dan prosedur higienis

Setelah survei selesai, BPOM akan memberikan hasil evaluasi yang menentukan apakah fasilitas telah memenuhi standar atau memerlukan perbaikan. Perusahaan perlu menindaklanjuti temuan dengan cepat agar proses persetujuan SPA CPKB dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.

Berapa Lama Proses Perbaikan CAPA Pada SPA CPKB Golongan A

Perbaikan CAPA (Corrective and Preventive Action) merupakan tahapan penting bagi perusahaan yang mendapatkan temuan setelah survei. Proses ini memastikan bahwa perusahaan melakukan perbaikan sesuai standar BPOM sebelum SPA CPKB diterbitkan.

Durasi perbaikan CAPA biasanya ditentukan berdasarkan tingkat risiko dan rekomendasi auditor, namun secara umum terdapat waktu yang sudah ditetapkan.

Di tengah proses pengerjaan CAPA, terdapat tiga tahapan waktu yang wajib diperhatikan perusahaan agar tidak melewati batas yang telah ditentukan, yaitu:

1. CAPA Pertama: 20 hari kerja
2. CAPA Kedua: 20 hari kerja
3. CAPA Ketiga: 20 hari kerja

Jika seluruh perbaikan dapat diselesaikan dengan baik pada tahap awal, maka proses tidak perlu berlanjut hingga tahap kedua atau ketiga. Namun apabila masih terdapat ketidaksesuaian pada hasil verifikasi, perusahaan harus melanjutkan ke tahap berikutnya hingga semua temuan dinyatakan tuntas.

Berapa Lama Masa Berlaku SPA CPKB Golongan A

SPA CPKB Golongan A memiliki masa berlaku selama 5 tahun, dan selama periode tersebut perusahaan wajib menjaga konsistensi pelaksanaan standar CPKB. Dokumen ini menjadi dasar penting bagi kelancaran produksi dan pengajuan izin edar kosmetik.

Setelah masa berlaku habis, perusahaan harus mengajukan perpanjangan melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan BPOM. Dalam menjalani masa lima tahun tersebut, perusahaan perlu memastikan seluruh aspek fasilitas tetap sesuai standar.

Di tengah periode berlakunya dokumen ini, terdapat sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi, seperti:

• Pemeliharaan fasilitas produksi secara berkala
• Perbaikan prosedur mutu jika terjadi temuan internal
• Konsistensi dokumentasi dan audit internal

Dengan memahami masa berlakunya, perusahaan dapat mempersiapkan pengajuan perpanjangan secara lebih terencana. Langkah ini penting agar operasional produksi tidak terhambat dan distribusi produk tetap berjalan tanpa gangguan administratif.

Kendala Umum Dalam Mengurus SPA CPKB Golongan A

Dalam proses pengurusan SPA CPKB Golongan A, banyak perusahaan menghadapi kendala yang sebenarnya dapat dihindari apabila persiapan dilakukan dengan lebih matang. Salah satu hambatan yang paling sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara kondisi fasilitas dengan standar CPKB. Ketidaktepatan tata letak dan alur produksi membuat proses penilaian menjadi lebih panjang dan berpotensi menghasilkan temuan saat survei BPOM.

Selain itu, beberapa kendala administratif juga sering muncul. Di tengah proses penilaian, terdapat sejumlah hambatan yang umum ditemui perusahaan, antara lain:

• Denah bangunan tidak sesuai gambar yang disetujui BPOM
• Tata letak ruangan tidak memenuhi kaidah CPKB
• Penanggung jawab teknis (PJT) tidak sesuai latar pendidikan
• Perbaikan CAPA dilakukan terlalu lama
• Protap tidak sesuai fungsi atau tidak dapat dibuktikan

Ketika kendala-kendala tersebut muncul, perusahaan perlu melakukan penyesuaian secepat mungkin untuk menghindari penundaan proses persetujuan. Dengan melakukan audit internal, memperbaiki dokumen, serta memastikan fasilitas sesuai standar, setiap hambatan dapat diatasi dan proses SPA CPKB berjalan lebih lancar.

Jasa Pengurusan SPA CPKB Golongan A

Bagi perusahaan yang ingin mengurus SPA CPKB Golongan A tanpa hambatan, menggunakan layanan profesional menjadi pilihan yang efektif. PERMATAMAS hadir sebagai konsultan berpengalaman yang telah menangani berbagai pengurusan CPKB, izin edar, hingga persyaratan teknis industri kosmetik. Dengan dukungan tim ahli, setiap proses dapat dipersiapkan dengan rapi, cepat, dan sesuai ketentuan BPOM.

PERMATAMAS membantu memastikan seluruh dokumen, fasilitas, dan sistem mutu memenuhi standar CPKB Golongan A. Di tengah proses pelayanan, terdapat beberapa keunggulan yang diberikan, seperti:

• Pendampingan lengkap dari awal hingga terbit SPA CPKB
• Review fasilitas dan denah bangunan sesuai standar BPOM
• Penyusunan dokumen Protap, mutu, dan CAPA
• Pendampingan saat survei dan klarifikasi temuan

Jika Anda ingin proses pengurusan SPA CPKB Golongan A berjalan cepat dan lancar, hubungi PERMATAMAS sekarang juga. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam pengurusan izin industri kosmetik, PERMATAMAS siap membantu fasilitas Anda memenuhi standar BPOM secara menyeluruh dan profesional.

KONSULTASI GRATIS 

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu SPA CPKB Golongan A?
SPA CPKB Golongan A adalah persetujuan BPOM untuk fasilitas produksi kosmetik dengan standar CPKB dasar.

2. Berapa lama proses mengurus SPA CPKB Golongan A?
Estimasi waktu 1–3 bulan tergantung kesiapan fasilitas dan kelengkapan dokumen.

3. Apakah ada biaya untuk mengurus SPA CPKB Golongan A?
Tidak ada biaya resmi; pengajuan SPA CPKB Golongan A adalah gratis.

4. Apakah pasti ada survei dari BPOM?
Ya, survei pasti dilakukan untuk menilai kesesuaian fasilitas dan dokumen.

5. Apa saja kendala umum saat mengurus SPA CPKB?
Denah tidak sesuai, PJT tidak memenuhi syarat, protap tidak tepat, CAPA lama, dan fasilitas tidak sesuai standar.

6. Berapa lama perbaikan CAPA?
Setiap tahap CAPA diberi waktu 20 hari kerja hingga maksimal tiga tahap.

7. Siapa yang wajib mengurus SPA CPKB Golongan A?
Perusahaan kosmetik yang baru memulai produksi atau melakukan perubahan fasilitas.

8. Berapa lama masa berlaku SPA CPKB Golongan A?
SPA CPKB berlaku selama 5 tahun.

9. Apa manfaat memiliki SPA CPKB?
Sebagai dasar legal untuk produksi kosmetik dan syarat pengajuan izin edar.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu pengurusan SPA CPKB?
Ya, PERMATAMAS menyediakan layanan lengkap untuk pengurusan SPA CPKB Golongan A dari awal hingga terbit.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Izin Kosmetik adalah jasa sepesilis dibidang pengurusan izin kosmetik, yang sudah pengalaman dan kantor berkedudukan di Kota Bekasi Jawa Barat.

Alamat

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

Kontak

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

© 2023 Izin Kosmetik – Support oleh Dokter Website