Perbedaan Sertifikat CPKB dan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB – Memasuki industri kosmetik di Indonesia ibarat menelusuri labirin regulasi yang sangat dinamis. Bagi para pelaku usaha, memahami aspek legalitas bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan strategi menjaga investasi agar tidak terhenti di tengah jalan. Salah satu kebingungan yang paling sering muncul adalah perbedaan antara Sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB atau yang sering disebut SPA CPKB. Ketidaktahuan akan perbedaan keduanya sering kali berujung pada kesalahan strategi pembangunan pabrik dan keterlambatan izin edar produk di pasar yang kompetitif ini.
Rasa penasaran mengenai mana yang harus didahulukan—apakah langsung mengejar sertifikat penuh atau memulai dari SPA—sering kali menghantui para pengusaha baru. Di sisi lain, muncul rasa takut jika pabrik yang sudah dibangun dengan biaya besar ternyata tidak memenuhi kualifikasi BPOM untuk melakukan maklon atau kontrak produksi. Standar keamanan kosmetik di Indonesia tidak mengenal kompromi; setiap tetes produk yang menyentuh kulit konsumen harus lahir dari sarana yang teruji mutunya. Oleh karena itu, memahami “pintu masuk” legalitas yang tepat adalah kunci utama agar brand Anda bisa meluncur dengan rasa aman.
|Baca juga: Apa Itu CAPA Sertifikasi CPKB?
PERMATAMAS hadir sebagai kompas bagi Anda dalam menavigasi setiap tahapan birokrasi di BPOM. Kami memahami bahwa di balik sebuah brand kosmetik, terdapat mimpi besar dan modal yang tidak sedikit. Dengan pendampingan yang tepat, Anda tidak perlu lagi meraba-raba klasifikasi mana yang sesuai dengan aset dan skala industri Anda. Membangun kepercayaan pasar dimulai dari landasan hukum yang presisi, dan kami berkomitmen memastikan setiap langkah Anda—mulai dari perancangan denah pabrik hingga terbitnya sertifikat—berjalan dengan efisien dan sesuai regulasi terbaru.
Mengapa memahami perbedaan Sertifikat CPKB dan SPA CPKB sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis Anda? Berikut adalah beberapa fungsi fundamentalnya:
- Menentukan jenis sediaan kosmetik yang boleh diproduksi sesuai dengan kemampuan teknis fasilitas pabrik.
- Menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan nomor notifikasi (izin edar) dari BPOM sebelum produk dijual bebas.
- Membatasi atau memberikan hak bagi perusahaan untuk menerima kontrak produksi (maklon) dari pemilik brand lain.
- Memastikan efisiensi biaya sertifikasi dengan menyesuaikan skala industri (Mikro, Kecil, Menengah, atau Besar).
- Memberikan kepastian hukum jangka panjang bagi aset perusahaan dalam menghadapi audit pengawasan rutin.
Memilih jalur yang salah dalam perizinan bisa berarti pemborosan waktu bertahun-tahun. Dengan memahami struktur legalitas sejak dini, pengusaha dapat memetakan rencana ekspansi bisnis dengan lebih matang. Industri kecantikan bukan hanya soal formula yang ampuh, tetapi juga tentang seberapa kuat “benteng” hukum yang memayungi setiap proses produksinya. Bersama pendampingan profesional, perjalanan menuju sertifikasi penuh akan menjadi langkah pasti yang memperkuat posisi brand Anda di mata konsumen dan regulator.
|Baca juga: Apa Itu CPKB Kosmetik? Ini Penyebab Banyak Pengajuan Ditolak
Pengertian Sertifikat CPKB dan SPA CPKB
Memahami definisi dasar antara Sertifikat CPKB dan SPA CPKB adalah langkah awal untuk menghindari kesalahan administrasi. Sertifikat CPKB penuh merupakan pengakuan formal bahwa pabrik telah mengadopsi seluruh standar mutu secara komprehensif. Sebaliknya, SPA CPKB adalah bentuk penyederhanaan standar yang diberikan BPOM kepada industri tertentu sebagai bukti awal pemenuhan mutu. Keduanya memiliki derajat hukum yang sah, namun dengan tingkatan kompleksitas operasional yang berbeda di mata verifikator.
Dalam praktiknya, SPA CPKB sering dianggap sebagai “gerbang masuk” bagi pelaku UMKM. Dokumen ini memastikan bahwa meskipun fasilitas produksi tidak sebesar industri raksasa, standar keamanan konsumen tetap terjaga dengan baik. Tanpa adanya salah satu dari dokumen ini, sebuah bangunan pabrik hanyalah sekadar aset mati yang tidak memiliki izin untuk menghasilkan produk komersial secara legal di wilayah hukum Indonesia.
|Baca juga: CPKB Golongan A dan B: Banyak yang Salah Pilih dan Gagal Audit BPOM
Berikut adalah beberapa elemen dasar yang membedakan definisi keduanya:
- Sertifikat CPKB mencakup verifikasi seluruh lini produksi tanpa pengecualian.
- SPA CPKB memfokuskan pada pemenuhan poin-poin kritis keamanan produk.
- Sertifikat penuh memerlukan audit manajemen mutu yang sangat mendalam.
- SPA CPKB bertujuan mempermudah industri lokal memulai produksi perdana.
- Keduanya diterbitkan oleh BPOM melalui sistem e-Sertifikasi yang terintegrasi.
Rasa aman bagi pemilik bisnis baru muncul saat mereka mengetahui bahwa pemerintah menyediakan opsi legalitas yang fleksibel. Tidak semua pabrik harus langsung mengejar standar industri besar jika kapasitas produksinya masih terbatas. Pilihan antara CPKB penuh atau SPA akan sangat bergantung pada rencana jangka panjang perusahaan Anda dalam menguasai pasar kecantikan tanah air.
PERMATAMAS selalu menyarankan agar pengusaha membedah secara teliti visi bisnis mereka sebelum mengajukan permohonan. Pemilihan status sertifikat yang tepat akan menghemat banyak sumber daya manusia dan biaya operasional pabrik. Dengan legalitas yang sesuai, Anda bisa lebih fokus pada pengembangan formula produk yang inovatif tanpa harus merasa cemas akan kendala birokrasi di kemudian hari.
|Baca juga: Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB BPOM: Syarat, Denah, SOP, Audit, Hingga Lolos 100%
Perbedaan Cakupan Aspek CPKB
Cakupan aspek mutu dalam Sertifikat CPKB penuh sangatlah luas dan mendetail. Ada sepuluh aspek utama yang diaudit secara ketat, mulai dari dokumentasi batch hingga sistem pengolahan air. Sertifikat ini menjamin bahwa setiap proses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengiriman barang jadi, memiliki prosedur standar yang terdokumentasi rapi. Hal ini menciptakan rasa aman yang absolut bagi konsumen yang menggunakan produk dari pabrik tersebut.
Sementara itu, cakupan dalam SPA CPKB lebih disederhanakan untuk menyesuaikan dengan kondisi industri skala tertentu. Fokus utamanya adalah pada aspek-aspek yang berdampak langsung pada keamanan produk, seperti sanitasi ruangan dan higiene karyawan. Meskipun lebih sederhana, SPA tetap memerlukan ketelitian tinggi karena temuan “Kritis” pada aspek sanitasi tetap bisa membatalkan pengajuan izin operasional pabrik Anda secara keseluruhan.
|Baca juga: 80% Pengajuan CPKB Ditolak Karena Ini, Banyak yang Tidak Sadar
Beberapa cakupan krusial yang membedakan kedua jenis sertifikasi ini meliputi:
- Sistem manajemen mutu dan pengawasan laboratorium yang jauh lebih kompleks pada CPKB penuh.
- Standar bangunan pada CPKB penuh yang mewajibkan pengaturan suhu dan kelembapan yang lebih ketat.
- Dokumentasi pada SPA CPKB yang lebih fokus pada catatan produksi dan sanitasi dasar.
- Audit internal yang wajib dilakukan secara rutin dan mendalam bagi pemegang sertifikat penuh.
- Kualifikasi personil yang lebih spesifik pada industri pemegang Sertifikat CPKB penuh.
Pembedaan cakupan ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi pengusaha kecil agar tetap bisa berkompetisi. Tanpa adanya SPA, industri mikro mungkin akan kesulitan memenuhi standar industri besar yang memerlukan investasi teknologi sangat tinggi. Inilah bentuk edukasi pemerintah agar setiap lapisan industri kecantikan dapat tumbuh bersama dengan standar keamanan yang tetap terjaga dengan baik di bawah pengawasan BPOM.
Bagi Anda yang sedang merencanakan pembangunan pabrik, konsultasi mengenai cakupan aspek ini sangatlah vital. Membangun ruang produksi yang terlalu luas atau canggih padahal hanya memerlukan SPA bisa menjadi pemborosan modal. Sebaliknya, membangun dengan standar minim padahal ingin mengejar CPKB penuh akan memaksa Anda melakukan renovasi ulang yang tentu saja akan memakan biaya yang jauh lebih besar dan melelahkan.
|Baca juga: Apa Itu CPKB? Banyak yang Salah dan Berujung Ditolak BPOM

Perbedaan Peruntukan Golongan Industri
Perbedaan paling mendasar yang wajib dipahami oleh setiap pengusaha kosmetik adalah pembagian golongan industri. Sertifikat CPKB penuh adalah syarat wajib bagi Industri Kosmetik Golongan A. Golongan ini memiliki izin untuk memproduksi segala jenis sediaan, termasuk yang memiliki risiko tinggi atau memerlukan teknologi sterilisasi khusus. Skala industri ini biasanya memiliki struktur modal yang kuat dan target pasar yang sangat luas.
Di sisi lain, SPA CPKB diperuntukkan khusus bagi Industri Kosmetik Golongan B. Golongan ini didesain untuk pelaku usaha yang memproduksi sediaan dengan tingkat risiko teknis yang lebih rendah. Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan pendirian PT Anda sudah mencerminkan profil perusahaan yang tepat agar selaras dengan golongan industri yang akan didaftarkan di sistem BPOM untuk menghindari penolakan data.
|Baca juga: Jangan Salah! Banyak Produk Kosmetik Ditolak BPOM Karena Tidak Paham Sertifikasi CPKB
Peruntukan golongan ini juga menentukan hak-hak strategis perusahaan sebagai berikut:
- Golongan A wajib memiliki apoteker penanggung jawab dengan kualifikasi yang lebih tinggi.
- Golongan B hanya diperbolehkan memproduksi jenis sediaan tertentu yang diizinkan BPOM.
- Persyaratan modal dan aset minimal berbeda secara signifikan antara kedua golongan tersebut.
- Golongan A memiliki fleksibilitas tinggi dalam melakukan inovasi produk yang kompleks.
- Golongan B mendapatkan kemudahan dalam proses administrasi dan pengawasan awal.
Pilihan golongan ini akan menentukan bagaimana alur bisnis Anda berjalan di masa depan. Banyak pengusaha mulai dari Golongan B untuk melakukan penetrasi pasar awal, lalu seiring berkembangnya usaha, mereka melakukan peningkatan status ke Golongan A. Edukasi mengenai golongan industri ini sangat penting agar Anda tidak salah mengambil langkah yang bisa menghambat pertumbuhan brand kecantikan Anda di masa emasnya.
PERMATAMAS hadir untuk memberikan analisa mendalam mengenai golongan mana yang paling menguntungkan bagi posisi Anda saat ini. Kami membantu Anda memetakan ketersediaan lahan, modal, dan rencana produk agar sesuai dengan kriteria BPOM. Dengan pemilihan golongan yang tepat, Anda tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga sedang melakukan efisiensi strategi bisnis yang cerdas dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
|Baca juga: Mengenal 12 Aspek Sertifikasi CPKB yang Menjadi Standar Utama BPOM
Perbedaan Fungsi dalam Kegiatan Produksi Kosmetik
Secara fungsi operasional, Sertifikat CPKB penuh memberikan “lisensi” bagi pabrik untuk mengeksplorasi pasar yang lebih luas. Pabrik pemegang sertifikat penuh dapat memproduksi produk bayi, produk untuk area mata, hingga sediaan aerosol yang memerlukan penanganan khusus. Fungsi utama dari sertifikat ini adalah sebagai jaminan kapabilitas teknis yang mumpuni di hadapan mitra bisnis dan otoritas kesehatan secara nasional maupun internasional.
SPA CPKB memiliki fungsi yang lebih spesifik, yaitu melegalkan produksi kosmetik bagi industri dengan keterbatasan fasilitas tertentu. Meskipun jenis sediaannya dibatasi, SPA sudah memiliki kekuatan hukum penuh untuk digunakan sebagai basis pengajuan izin edar produk. Sebelum mulai memproduksi massal dengan izin SPA ini, sangat penting bagi Anda untuk melakukan pendaftaran merek agar brand Anda aman saat mulai diperkenalkan secara luas ke konsumen.
|Baca juga: Bahan yang Dilarang dalam Produk Kosmetik Menurut BPOM
Berikut adalah perbedaan fungsi nyata dalam kegiatan sehari-hari di pabrik:
- Pemegang CPKB penuh dapat memproduksi sediaan cair, padat, hingga aerosol secara sekaligus.
- Pemegang SPA CPKB fokus pada sediaan yang lebih sederhana seperti pembersih kulit atau dekoratif tertentu.
- CPKB penuh berfungsi meningkatkan kredibilitas pabrik saat mengajukan kerjasama ekspor.
- SPA CPKB berfungsi melindungi UMKM agar tetap bisa berjualan secara legal di pasar lokal.
- Keduanya berfungsi sebagai syarat verifikasi nomor notifikasi produk di sistem BPOM.
Memahami fungsi masing-masing sertifikat akan memudahkan Anda dalam menyusun strategi pemasaran. Jika Anda hanya memiliki SPA, tentu Anda tidak bisa mengklaim pabrik Anda mampu memproduksi produk bayi yang sensitif. Kejujuran operasional ini sangat penting untuk menjaga integritas brand Anda di mata publik. Jangan sampai karena ambisi pemasaran, Anda melanggar fungsi teknis yang telah ditetapkan dalam sertifikat produksi Anda.
Keselarasan antara janji iklan dengan kemampuan produksi pabrik adalah kunci loyalitas konsumen. Dengan dukungan layanan profesional, Anda akan dibimbing untuk memahami batasan fungsi masing-masing izin tersebut. Kami memastikan bahwa setiap klaim produk yang Anda luncurkan ke pasar telah didukung oleh legalitas pabrik yang sesuai, sehingga bisnis Anda dapat tumbuh dengan reputasi yang bersih dan terpercaya.
|Baca juga: Daftar Istilah Teknis Sertifikasi CPKB yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha
Perbedaan Hak Kontrak Produksi (Maklon)
Dalam dunia bisnis kosmetik modern, layanan kontrak produksi atau maklon menjadi primadona. Di sinilah letak perbedaan hak yang sangat mencolok antara kedua sertifikat tersebut. Industri pemegang Sertifikat CPKB penuh (Golongan A) memiliki hak mutlak untuk menerima kontrak produksi dari pihak mana pun. Hal ini membuat mereka menjadi magnet bagi pemilik brand yang tidak memiliki pabrik sendiri, sehingga potensi pendapatan perusahaan bisa meningkat berkali-kali lipat dari jasa maklon.
Sebaliknya, pemegang SPA CPKB (Golongan B) memiliki batasan yang sangat ketat dalam hal maklon. Secara umum, mereka dilarang menerima maklon dari pihak luar dan hanya diizinkan memproduksi brand yang dimiliki oleh entitas perusahaan yang sama. Bagi Anda yang memiliki segmentasi pasar khusus, melengkapi legalitas dengan sertifikasi halal akan sangat membantu meningkatkan daya tawar pabrik Anda, terutama jika kelak Anda berencana melakukan peningkatan status ke sertifikat CPKB penuh.
Beberapa poin penting terkait hak maklon yang perlu diperhatikan:
- Industri Golongan A bisa bekerjasama dengan ribuan brand owner pihak ketiga.
- Industri Golongan B biasanya hanya fokus pada produksi brand internal perusahaan.
- Syarat administrasi maklon bagi pemegang CPKB penuh memerlukan verifikasi dokumen kerjasama yang ketat.
- Maklon memungkinkan pabrik mengoptimalkan kapasitas mesin yang menganggur.
- Hak maklon pada Golongan A mencakup tanggung jawab penuh atas mutu produk pemberi kontrak.
Ketidakmampuan Golongan B untuk melakukan maklon seringkali menjadi alasan pengusaha ingin cepat naik kelas ke Golongan A. Namun, perlu edukasi mendalam bahwa tanggung jawab sebagai pabrik maklon jauh lebih besar karena Anda mempertaruhkan nama baik pabrik untuk kualitas produk milik orang lain. Pastikan sistem manajemen mutu Anda sudah benar-benar mapan sebelum memutuskan untuk masuk ke industri jasa pembuatan kosmetik massal ini.
Strategi bisnis yang berfokus pada maklon memerlukan persiapan yang sangat matang, baik dari sisi hukum maupun teknis produksi. PERMATAMAS siap membantu Anda menyiapkan segala kebutuhan untuk mencapai standar CPKB penuh agar hak maklon dapat segera dikantongi. Dengan perencanaan yang tepat, pabrik Anda tidak hanya akan memproduksi brand sendiri, tetapi juga menjadi pusat inovasi bagi para pengusaha kecantikan lainnya di Indonesia.
|Baca juga: Peran Penanggung Jawab Teknis dalam Menjaga Kelangsungan Sertifikasi CPKB
Perbedaan Biaya Sertifikasi CPKB dan SPA CPKB
Salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap industri lokal adalah perbedaan struktur biaya administrasi. Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB atau SPA CPKB, biaya resminya adalah gratis alias Rp0. Ini adalah peluang emas bagi pengusaha baru untuk melegalkan usahanya tanpa beban biaya negara di awal, sehingga modal yang ada bisa dialokasikan untuk kebutuhan operasional lainnya yang lebih mendesak.
Namun, untuk Sertifikat CPKB penuh, terdapat biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayarkan sesuai dengan skala aset perusahaan. Penting bagi Anda untuk mengurus Izin Kosmetik jika memiliki lini produk kebersihan rumah tangga, karena biayanya akan berbeda lagi. Biaya sertifikasi CPKB penuh ini didasarkan pada besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan saat pengajuan dilakukan ke kas negara.
Berikut adalah rincian biaya resmi sertifikasi CPKB penuh sesuai skala industri:
- Industri Besar (Aset > Rp10 Miliar): Rp10.000.000 per bentuk sediaan.
- Industri Menengah (Aset > Rp500 Juta – Rp10 Miliar): Rp5.000.000 per bentuk sediaan.
- Industri Kecil/Mikro (Aset Rp50 Juta – Rp500 Juta): Rp1.000.000 per bentuk sediaan.
- Biaya SPA CPKB: Gratis (Rp0).
- Biaya ini merupakan tarif tetap yang dibayarkan melalui kode billing resmi pemerintah.
Biaya di atas hanya mencakup biaya administrasi negara dan belum termasuk biaya persiapan teknis seperti perbaikan bangunan atau pengadaan peralatan laboratorium. Sebagai pengusaha cerdas, Anda harus mengalokasikan anggaran secara bijak antara biaya kepatuhan hukum dengan biaya pengembangan bisnis. Jangan sampai anggaran habis untuk perbaikan fisik akibat desain pabrik yang salah sejak awal karena kurangnya konsultasi profesional.
Memahami struktur biaya ini akan memberikan ketenangan dalam perencanaan keuangan perusahaan Anda. Dengan biaya SPA yang gratis, tidak ada alasan lagi bagi UMKM untuk tetap beroperasi secara ilegal di bawah radar. Kami membantu Anda mengoptimalkan anggaran legalitas agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan hasil yang nyata berupa terbitnya sertifikat tanpa ada biaya tambahan akibat kesalahan prosedur yang tidak perlu.
|Baca juga: Audit Internal dan Eksternal untuk Memenuhi Aspek CPKB: Panduan Lengkap untuk Industri Kosmetik
Tahapan Menuju Sertifikasi CPKB Penuh dari SPA CPKB
Transisi dari SPA CPKB menuju Sertifikat CPKB penuh adalah perjalanan alami bagi industri yang berkembang. Tahapan ini biasanya dimulai dengan peningkatan aset dan penambahan lini produk yang lebih kompleks. Prosesnya tidak instan; perusahaan harus melakukan audit internal secara menyeluruh untuk memastikan semua sepuluh aspek mutu telah dijalankan secara konsisten selama operasional di level SPA sebelumnya. Ini adalah fase pembuktian bahwa sistem manajemen mutu Anda sudah matang.
Langkah teknis dimulai dengan pengajuan permohonan inspeksi ulang ke BPOM untuk perubahan status dari Golongan B ke Golongan A. Seluruh dokumentasi harus diperbarui, termasuk kualifikasi personil penanggung jawab dan pemutakhiran sistem laboratorium. Keberhasilan dalam tahapan ini akan memberikan rasa aman yang lebih besar karena pabrik Anda kini diakui memiliki kapabilitas standar internasional yang siap bersaing dengan produk global di rak-rak ritel modern.
Berikut adalah tahapan umum peningkatan status sertifikasi:
- Analisis kesenjangan (gap analysis) antara fasilitas SPA dengan standar CPKB penuh.
- Penambahan fasilitas fisik atau mesin sesuai sediaan baru yang akan diajukan.
- Pembaruan seluruh dokumen Prosedur Operasional Standar (SOP) sesuai cakupan sepuluh aspek.
- Pengajuan permohonan melalui sistem e-Sertifikasi dengan membayar biaya PNBP yang sesuai.
- Menjalani audit lapangan secara menyeluruh oleh tim inspektur dari BPOM pusat.
Edukasi mengenai tahapan ini sangat krusial agar operasional produksi tidak terganggu selama masa transisi. Banyak pengusaha melakukan kesalahan dengan menghentikan produksi total saat renovasi, padahal dengan strategi yang tepat, produksi tetap bisa berjalan di area yang tidak terdampak. Perencanaan yang matang akan memastikan perpindahan golongan ini berjalan mulus tanpa mengorbankan pasokan barang ke distributor atau pelanggan setia Anda.
PERMATAMAS telah berpengalaman sejak tahun 2011 membantu ratusan pelaku usaha melakukan eskalasi bisnis dari skala kecil ke industri menengah-besar. Kami memastikan setiap tahapan peningkatan status ini dilakukan dengan presisi tinggi guna meminimalisir risiko penolakan. Dominasi pasar dimulai dari kesiapan operasional yang tanpa celah, didukung oleh dokumentasi yang akurat dan fasilitas yang representatif. Mari amankan masa depan brand Anda dengan dukungan legalitas yang absolut dan terpercaya.
|Baca juga: Standar Pengawasan Mutu Produk dalam Aspek CPKB
Kesimpulan Mengamankan Langkah Bisnis di Industri Kosmetik
Memahami perbedaan antara Sertifikat CPKB dan SPA CPKB adalah langkah awal yang cerdas bagi setiap pengusaha kecantikan. Legalitas bukan sekadar selembar kertas, melainkan bukti integritas Anda terhadap keamanan konsumen. PERMATAMAS hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan setiap aset dan karya Anda terlindungi dengan dukungan legalitas yang absolut. Dengan pengalaman panjang mendampingi berbagai skala industri, kami paham betul bagaimana menyelaraskan visi bisnis Anda dengan regulasi yang berlaku.
Kami memahami bahwa setiap kesalahan dalam proses sertifikasi bisa berarti pemborosan biaya dan waktu yang berharga. Oleh karena itu, kami memberikan pendampingan komprehensif mulai dari konsultasi layout hingga penyiapan dokumen mutu. Kesiapan di pasar dimulai dari legalitas yang bersih dan sistem mutu yang teruji. Segera konsultasikan rencana bisnis kosmetik Anda dengan tim profesional kami, dan pastikan brand kecantikan Anda meluncur ke pasar dengan rasa aman, wibawa, dan legalitas yang tak tergoyahkan.
|Baca juga: Kendala Umum dalam Memenuhi Aspek CPKB
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ
1. Apa perbedaan utama antara Sertifikat CPKB dan SPA CPKB?
Sertifikat CPKB penuh diperuntukkan bagi Industri Golongan A yang mencakup 10 aspek mutu secara menyeluruh. Sedangkan SPA CPKB (Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB) diperuntukkan bagi Industri Golongan B dengan cakupan aspek yang lebih disederhanakan.
2. Apakah Industri Golongan B wajib memiliki Sertifikat CPKB penuh?
Tidak wajib. Industri Golongan B cukup memiliki SPA CPKB untuk dapat beroperasi secara legal dan mengurus nomor notifikasi (izin edar) produk di BPOM.
3. Berapa biaya resmi untuk mengurus SPA CPKB di BPOM?
Berdasarkan regulasi pemerintah saat ini, biaya administrasi untuk pengajuan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB (SPA CPKB) adalah Gratis (Rp0) sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha.
4. Mengapa biaya Sertifikat CPKB penuh berbeda-beda setiap perusahaan?
Biaya tersebut didasarkan pada nilai aset perusahaan (tidak termasuk tanah dan bangunan) serta jumlah bentuk sediaan yang diajukan. Industri Besar membayar tarif PNBP yang lebih tinggi dibandingkan Industri Kecil atau Mikro.
5. Bisakah pemegang SPA CPKB menerima jasa maklon dari brand lain?
Secara umum, Industri Golongan B (pemegang SPA) dilarang menerima kontrak produksi (maklon) dari pihak luar. Hak maklon penuh hanya dimiliki oleh Industri Golongan A yang memegang Sertifikat CPKB penuh.
6. Apa saja jenis sediaan yang boleh diproduksi oleh pemilik SPA CPKB?
Pemilik SPA (Golongan B) terbatas pada sediaan kosmetik dengan risiko rendah, seperti sediaan pembersih kulit (sabun), perawatan rambut (sampo), dan beberapa jenis kosmetik dekoratif sederhana sesuai izin yang diberikan BPOM.
7. Apakah Sertifikat CPKB memiliki masa berlaku?
Ya, kedua jenis sertifikat tersebut memiliki masa berlaku (biasanya 5 tahun) dan pelaku usaha wajib melakukan pengajuan sertifikasi ulang (resertifikasi) sebelum masa berlaku habis.
8. Bagaimana jika aset Industri Golongan B meningkat melebihi Rp10 Miliar?
Perusahaan tersebut wajib melakukan peningkatan status (upgrade) dari Golongan B menjadi Golongan A dan mengajukan Sertifikat CPKB penuh agar legalitasnya sesuai dengan skala aset dan kapasitas produksinya.
9. Apakah pendaftaran merek harus dilakukan sebelum atau sesudah CPKB?
Sangat disarankan melakukan pendaftaran merek di awal pembangunan pabrik. Hal ini memastikan bahwa saat Sertifikat CPKB terbit, identitas brand Anda sudah terlindungi secara hukum dan siap untuk dinotifikasi di BPOM.
10. Apa risiko jika pabrik memproduksi kosmetik tanpa CPKB atau SPA?
Risikonya sangat fatal, mulai dari penarikan produk secara massal, denda administratif hingga miliaran rupiah, penutupan permanen fasilitas produksi, hingga ancaman pidana penjara bagi pemilik usaha.
