Pengertian Aspek CPKB dalam Industri Kosmetik

Pengertian Aspek CPKB dalam Industri Kosmetik – Industri kosmetik di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri dan kesehatan kulit. Namun di balik pertumbuhan tersebut, terdapat kewajiban besar yang harus dipenuhi oleh produsen, yaitu memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan konsisten. Di sinilah peran Aspek CPKB atau Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik menjadi sangat krusial.

CPKB merupakan pedoman wajib yang ditetapkan oleh BPOM untuk mengatur seluruh proses produksi kosmetik, bukan hanya formula produk. Pedoman ini mencakup sistem manajemen mutu yang menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas produksi, hingga pengendalian mutu produk akhir. Tujuannya adalah mencegah risiko kontaminasi, kesalahan produksi, dan potensi bahaya bagi konsumen.

Dalam praktiknya, penerapan Aspek CPKB mencakup berbagai elemen penting yang saling berkaitan, antara lain:
• Sistem manajemen mutu yang terdokumentasi
• Personalia yang kompeten dan terlatih
• Bangunan dan fasilitas yang higienis
• Proses produksi yang terkendali
• Pengawasan mutu dan penanganan keluhan

Dengan penerapan CPKB yang konsisten, produsen kosmetik tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan pasar. Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB bahkan menjadi syarat mutlak untuk memperoleh izin edar kosmetik dari BPOM, sehingga CPKB tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan bisnis kosmetik di Indonesia.

Pengertian CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik)

CPKB adalah standar mutu yang wajib diterapkan oleh industri kosmetik untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman, efektif, dan berkualitas sesuai tujuan penggunaannya. Standar ini mengatur seluruh aktivitas produksi secara sistematis agar setiap produk yang dihasilkan memiliki mutu yang konsisten dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan anggapan umum, CPKB tidak hanya berfokus pada formulasi bahan kosmetik. CPKB mencakup sistem manajemen mutu yang menyeluruh, termasuk pengendalian proses, dokumentasi, serta tanggung jawab setiap personel yang terlibat dalam produksi. Dengan sistem ini, potensi kesalahan dan risiko terhadap konsumen dapat diminimalkan.

Ruang lingkup pengertian CPKB meliputi:
• Pengaturan proses produksi yang terdokumentasi
• Pengendalian mutu bahan baku dan produk jadi
• Penetapan tanggung jawab dan wewenang personel
• Sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan

Dengan demikian, CPKB merupakan fondasi utama dalam industri kosmetik modern. Tanpa penerapan CPKB, produsen tidak hanya melanggar ketentuan BPOM, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan konsumen dan reputasi merek.

Dasar Hukum dan Regulasi CPKB oleh BPOM

Penerapan CPKB di Indonesia memiliki dasar hukum yang jelas dan mengikat. BPOM sebagai otoritas pengawas obat dan makanan menetapkan CPKB sebagai standar wajib bagi seluruh industri kosmetik, baik skala kecil maupun besar. Regulasi ini bertujuan menciptakan sistem produksi kosmetik yang aman dan terstandarisasi.

Melalui berbagai peraturan dan pedoman teknis, BPOM mengatur bagaimana CPKB harus diterapkan di fasilitas produksi. Penilaian kepatuhan terhadap CPKB dilakukan melalui audit dan inspeksi, yang hasilnya menjadi dasar penerbitan Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB (SPA CPKB).

Regulasi CPKB oleh BPOM mencakup:
1. Persyaratan fasilitas dan peralatan produksi
2. Sistem dokumentasi dan pencatatan produksi
3. Pengawasan mutu dan audit internal
4. Penanganan keluhan serta penarikan produk

Dengan adanya dasar hukum ini, CPKB bukan sekadar rekomendasi, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi. Produsen yang tidak menerapkan CPKB berisiko gagal memperoleh izin edar dan menghadapi sanksi administratif.

Tujuan Penerapan Aspek CPKB dalam Industri Kosmetik

Tujuan utama penerapan Aspek CPKB adalah melindungi konsumen dari risiko produk kosmetik yang tidak aman atau bermutu rendah. Dengan sistem produksi yang terkendali, setiap tahapan dapat dipantau dan dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.

Selain perlindungan konsumen, CPKB juga bertujuan menciptakan konsistensi mutu produk. Industri kosmetik dituntut menghasilkan produk dengan kualitas yang sama pada setiap batch produksi. Tanpa CPKB, perbedaan mutu antar produksi sangat mungkin terjadi dan berpotensi merugikan konsumen.

Tujuan penerapan CPKB dapat dirangkum sebagai berikut:
• Menjamin keamanan dan mutu kosmetik
• Mencegah kesalahan dan kontaminasi produksi
• Memenuhi persyaratan izin edar BPOM
• Meningkatkan daya saing produk di pasar

Dengan tujuan-tujuan tersebut, Aspek CPKB menjadi elemen strategis dalam industri kosmetik. Penerapannya tidak hanya berdampak pada kepatuhan hukum, tetapi juga pada keberlanjutan usaha dan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Panduan Lengkap Registrasi Izin BPOM Kosmetik

Aspek-Aspek Utama CPKB dalam Proses Produksi Kosmetik

Penerapan CPKB dalam industri kosmetik tidak bersifat parsial, melainkan mencakup seluruh rantai produksi. BPOM menetapkan bahwa setiap produsen wajib menerapkan aspek CPKB secara menyeluruh untuk menjamin keamanan dan mutu produk. Kegagalan pada satu aspek saja dapat berdampak pada kualitas produk akhir.

Aspek-aspek utama CPKB mencakup berbagai elemen yang saling terhubung. Setiap elemen memiliki peran penting dalam mencegah kontaminasi, kesalahan produksi, dan ketidaksesuaian standar.

Secara umum, aspek utama CPKB meliputi:
• Manajemen mutu dan pengendalian proses
• Personalia yang kompeten dan terlatih
• Bangunan, fasilitas, dan peralatan yang higienis
• Sanitasi, higiene, dan dokumentasi produksi
• Pengawasan mutu serta penanganan keluhan

PERMATAMAS membantu industri kosmetik memahami dan menerapkan seluruh aspek CPKB tersebut secara terstruktur. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat memastikan setiap aspek berjalan sesuai standar BPOM tanpa mengganggu efisiensi produksi.

Peran Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB (SPA CPKB)

Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB atau SPA CPKB merupakan bukti resmi bahwa suatu fasilitas produksi kosmetik telah memenuhi standar CPKB yang ditetapkan BPOM. Sertifikat ini menjadi dokumen penting dalam sistem perizinan kosmetik di Indonesia.

Tanpa SPA CPKB, produsen tidak dapat melanjutkan proses perolehan izin edar kosmetik. Sertifikat ini diperoleh melalui proses audit dan evaluasi yang ketat, di mana BPOM menilai kesesuaian fasilitas, sistem mutu, dan dokumentasi produksi.

Peran utama SPA CPKB antara lain:
1. Syarat mutlak izin edar kosmetik
2. Bukti kepatuhan terhadap regulasi BPOM
3. Jaminan mutu dan keamanan produk
4. Peningkatan kredibilitas perusahaan

PERMATAMAS berperan sebagai mitra pendamping dalam proses pemenuhan dan pengajuan SPA CPKB. Dengan pengalaman dalam menghadapi audit BPOM, PERMATAMAS membantu pelaku industri mempersiapkan sistem dan dokumen yang dibutuhkan secara optimal.

Dampak Penerapan CPKB terhadap Mutu dan Keamanan Produk

Penerapan CPKB memberikan dampak langsung terhadap mutu dan keamanan produk kosmetik yang dihasilkan. Dengan sistem produksi yang terkendali, setiap tahapan dapat dipantau dan dikoreksi jika terjadi penyimpangan. Hal ini menurunkan risiko produk cacat atau berbahaya sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, CPKB memastikan konsistensi kualitas antar batch produksi. Konsumen akan mendapatkan produk dengan mutu yang sama, baik dari segi keamanan, stabilitas, maupun performa produk. Konsistensi ini menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas pasar.

Dampak positif penerapan CPKB meliputi:
• Penurunan risiko kontaminasi produk
• Konsistensi mutu dan stabilitas kosmetik
• Pengurangan keluhan dan penarikan produk
• Perlindungan reputasi merek

PERMATAMAS membantu industri kosmetik melihat CPKB bukan sebagai beban, melainkan sebagai sistem pengendalian mutu yang menguntungkan. Dengan penerapan yang tepat, CPKB justru meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk kosmetik.

Pentingnya CPKB bagi Legalitas dan Daya Saing Industri Kosmetik

Dalam konteks regulasi, CPKB menjadi fondasi legalitas industri kosmetik di Indonesia. Tanpa penerapan CPKB dan SPA CPKB, produk kosmetik tidak dapat memperoleh izin edar dari BPOM. Artinya, CPKB menentukan apakah sebuah produk dapat dipasarkan secara legal atau tidak.

Di sisi lain, CPKB juga berperan besar dalam meningkatkan daya saing industri kosmetik. Standar ini selaras dengan praktik internasional, sehingga produsen yang telah menerapkan CPKB lebih siap bersaing di pasar global dan memenuhi persyaratan ekspor.

Pentingnya CPKB dapat dilihat dari beberapa aspek:
• Kepatuhan hukum dan perizinan BPOM
• Kepercayaan konsumen dan mitra bisnis
• Akses pasar nasional dan internasional
• Keberlanjutan usaha jangka panjang

PERMATAMAS hadir sebagai solusi bagi pelaku industri kosmetik yang ingin memastikan legalitas sekaligus meningkatkan daya saing melalui penerapan CPKB yang benar dan sesuai standar BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan CPKB dalam industri kosmetik?
CPKB adalah Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik, yaitu standar mutu wajib dari BPOM untuk menjamin keamanan dan kualitas produk kosmetik.

2. Apakah CPKB wajib diterapkan oleh semua produsen kosmetik?
Ya, seluruh produsen kosmetik wajib menerapkan CPKB sebagai syarat legalitas produksi.

3. Apa hubungan CPKB dengan izin edar kosmetik?
CPKB merupakan syarat utama untuk memperoleh Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB (SPA CPKB) yang dibutuhkan dalam pengajuan izin edar BPOM.

4. Berapa jumlah aspek CPKB yang harus dipenuhi?
Penerapan CPKB mencakup 12 aspek utama, mulai dari manajemen mutu hingga penanganan keluhan dan audit internal.

5. Siapa yang mengawasi penerapan CPKB di Indonesia?
BPOM merupakan lembaga yang berwenang melakukan pengawasan dan audit penerapan CPKB.

6. Apa risiko jika industri kosmetik tidak menerapkan CPKB?
Risikonya meliputi penolakan izin edar, sanksi administratif, hingga penarikan produk dari pasar.

7. Apakah UMKM kosmetik wajib memiliki CPKB?
Ya, baik UMKM maupun industri besar tetap wajib memenuhi aspek CPKB sesuai ketentuan BPOM.

8. Apa manfaat CPKB bagi konsumen?
CPKB melindungi konsumen dari produk kosmetik yang berisiko dan memastikan mutu produk tetap konsisten.

9. Apakah CPKB hanya mengatur formula kosmetik?
Tidak. CPKB mengatur seluruh sistem produksi, termasuk personel, fasilitas, peralatan, dan dokumentasi.

10. Bagaimana PERMATAMAS membantu penerapan CPKB?
PERMATAMAS membantu pendampingan pemenuhan aspek CPKB, persiapan audit BPOM, hingga pengurusan SPA CPKB.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A

Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A – Mengurus Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) Golongan A merupakan langkah wajib bagi industri kosmetik yang ingin memproduksi semua jenis dan bentuk sediaan kosmetik, termasuk produk berisiko tinggi seperti tabir surya, produk bayi, whitening, atau produk dengan formula kompleks. Sertifikasi ini memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan standar BPOM terkait kualitas, keamanan, fasilitas, personel, hingga tata kelola produksi.
Artikel ini membahas secara lengkap apa itu CPKB Golongan A, siapa yang wajib mengurus, persyaratan fasilitas, alur proses pengajuan, biaya resmi PNBP, serta bagaimana konsultan profesional seperti PERMATAMAS dapat membantu prosesnya hingga berhasil.

Apa Itu Sertifikat CPKB Golongan A dan Mengapa Penting?

CPKB Golongan A adalah level sertifikasi tertinggi untuk industri kosmetik, yang diberikan kepada perusahaan yang mampu memproduksi seluruh bentuk dan jenis sediaan kosmetik tanpa pengecualian. Standar ini menuntut penerapan CPKB secara penuh pada semua aspek produksi.
Sertifikasi ini penting karena:
• Menjadi syarat wajib untuk memproduksi seluruh kategori kosmetik.
• Menjamin kualitas dan keamanan produk sebelum diedarkan.
• Memenuhi persyaratan legal BPOM.
• Menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang ingin menyediakan layanan maklon kosmetik.
• Mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Perusahaan yang memiliki CPKB Golongan A dianggap telah memenuhi standar produksi yang sangat ketat.

Siapa yang Wajib Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A?

Sertifikat ini wajib dimiliki oleh:

1. Industri kosmetik yang ingin memproduksi semua jenis dan bentuk sediaan kosmetik, termasuk produk risiko tinggi.
2. Industri yang memiliki laboratorium pengendalian mutu internal.
3. Perusahaan yang ingin menerima jasa maklon kosmetik dalam skala penuh.
4. Pabrik kosmetik yang membutuhkan legalitas produksi untuk kategori kompleks.
Jika Anda menjadi brand owner yang menggunakan jasa maklon, maka pabrik maklon-lah yang harus memiliki sertifikat CPKB Golongan A.

Di Mana Mengajukan Sertifikat CPKB Golongan A?

Pengajuan dilakukan melalui:
1. OSS RBA (www.oss.go.id)
Dengan memilih KBLI 20232 – Industri Kosmetika.
2. e-Sertifikasi BPOM (e-sertifikasi.pom.go.id)
Untuk mengisi data industri, unggah dokumen, dan mengikuti alur audit.
3. Balai Besar/Balai POM wilayah masing-masing
Untuk proses inspeksi fasilitas produksi.
4. Konsultan legal seperti PERMATAMAS
Untuk pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit.

Kapan Waktu Terbaik untuk Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A?

Waktu ideal untuk memulai proses:
• Saat fasilitas produksi telah dibangun dan siap dinilai.
• Saat perusahaan akan memperluas jenis produk ke kategori risiko tinggi.
• Ketika pabrik ingin membuka layanan maklon kosmetik.
• Sebelum mengurus notifikasi BPOM kosmetik.
Lebih cepat mengurus berarti lebih cepat dapat memproduksi secara legal.

Mengapa Perusahaan Harus Memenuhi Standar CPKB Golongan A?

Beberapa alasan strategis dan regulatif:
• Untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar BPOM.
• Untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi produk.
• Untuk menghindari sanksi administratif dan peninjauan fasilitas.
• Untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan distributor.
• Untuk membuka kerja sama maklon dalam skala besar.
CPKB Golongan A adalah bukti bahwa perusahaan mampu memproduksi kosmetik secara profesional dan aman.

Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A
Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A

Bagaimana Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A Secara Lengkap?

Proses pengurusan terdiri dari 4 tahap utama:

1. Persiapan dan Pendaftaran Daring
Beberapa langkah wajib:
• Membuat akun di e-Sertifikasi BPOM
melalui e-sertifikasi.pom.go.id, lalu melengkapi profil perusahaan.
• Pendaftaran OSS RBA
Ajukan izin usaha dengan KBLI 20232 – Industri Kosmetika.
OSS akan terhubung otomatis dengan sistem e-Sertifikasi BPOM.

2. Pengajuan Sertifikasi di e-Sertifikasi BPOM
• Login dan pilih menu “Sertifikasi Baru”.
• Isi data industri termasuk jenis dan bentuk sediaan yang akan disertifikasi.
• Unggah seluruh dokumen wajib, termasuk:
o Surat permohonan
o Denah dan persetujuan layout fasilitas
o SOP lengkap
o Daftar personel
o Dokumen laboratorium
o Foto fasilitas
o Dokumen pendukung lain
Dokumen yang tidak lengkap sering menyebabkan penundaan audit.

3. Pemeriksaan dan Audit
Tahap ini meliputi:
• Verifikasi dokumen dan pembayaran PNBP
• Audit fasilitas produksi oleh BPOM, meliputi:
o Personil
o Bangunan dan sanitasi
o Peralatan
o Prosedur produksi
o Laboratorium pengujian
o Dokumentasi
o Manajemen mutu
Jika ada temuan, perusahaan wajib melakukan CAPA (Corrective and Preventive Action).

4. Penerbitan Sertifikat CPKB Golongan A
Setelah CAPA diterima dan seluruh standar terpenuhi, BPOM akan menerbitkan sertifikat yang dapat diunduh melalui akun OSS.

Berapa Lama Proses Pengurusan CPKB Golongan A?

Proses pengurusan Sertifikat CPKB Golongan A memiliki alur waktu yang cukup panjang karena melibatkan evaluasi dokumen, audit fasilitas, hingga perbaikan CAPA. Secara resmi, BPOM menetapkan timeline pengajuan sertifikat 35 hari kerja (HK) yang dihitung sejak pembayaran PNBP. Namun dalam praktiknya, durasi bisa lebih panjang tergantung kesiapan perusahaan. Dan Proses CAPA (perbaikan) hingga verifikasi: 20 hari kerja

Berapa Biaya Resmi (PNBP) Sertifikat CPKB Golongan A?

Biaya PNBP ditentukan oleh jumlah aset perusahaan (di luar tanah & bangunan):

1. Industri Besar Aset > Rp10 Miliar ➜ Rp 10.000.000 per bentuk sediaan
2. Industri Menengah Aset > Rp500 Juta – Rp10 Miliar ➜ Rp 5.000.000 per bentuk sediaan
3. Industri Kecil Aset > Rp50 Juta – Rp500 Juta ➜ Rp 1.000.000 per bentuk sediaan

Catatan:
“Per bentuk sediaan” berarti biaya dihitung per kategori produk (contoh: cream, lotion, serum, gel, powder, dll).

Bagaimana PERMATAMAS Membantu Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A?

PERMATAMAS adalah konsultan legalitas yang berpengalaman mengurus izin kosmetik, termasuk CPKB Golongan A. Layanan kami mencakup:
✔ Konsultasi kelayakan fasilitas produksi
✔ Penyusunan dokumen dan SOP CPKB
✔ Persiapan layout & alur produksi untuk memenuhi audit
✔ Upload dan verifikasi dokumen di OSS & e-Sertifikasi
✔ Pendampingan saat audit BPOM
✔ Penyusunan CAPA sampai disetujui
✔ Mengawal proses hingga sertifikat CPKB Golongan A terbit
Dengan pendampingan profesional, proses menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan minim revisi.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com

Pentingnya Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A

Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A merupakan proses penting dan wajib bagi industri kosmetik yang ingin memproduksi berbagai jenis sediaan, terutama produk berisiko tinggi. Persiapan dokumen, fasilitas, laboratorium, tenaga ahli apoteker, hingga implementasi SOP yang benar harus dilakukan secara lengkap agar audit BPOM berjalan lancar.
Dengan bantuan konsultan seperti PERMATAMAS, proses ini dapat dipercepat, dirapikan, dan diarahkan sesuai standar agar sertifikat segera terbit.

FAQ Cara Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A

1. Apa itu Sertifikat CPKB Golongan A?
Sertifikat CPKB Golongan A adalah izin tertinggi dalam Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik yang diberikan kepada industri kosmetik yang mampu memproduksi seluruh jenis sediaan kosmetik. Mulai dari produk sederhana hingga produk berisiko tinggi seperti tabir surya, produk bayi, dan whitening.

2. Industri seperti apa yang wajib memiliki CPKB Golongan A?
Industri kosmetik yang ingin memproduksi semua jenis sediaan atau menerima maklon berbagai produk kosmetik wajib memiliki CPKB Golongan A. Jika hanya memproduksi beberapa bentuk sediaan tertentu, bisa menggunakan golongan lain (B atau C).

3. Apa perbedaan CPKB Golongan A dengan Golongan B atau C?
Perbedaannya ada pada cakupan produk.
• Golongan A: Bisa memproduksi semua bentuk sediaan kosmetik.
• Golongan B/C: Hanya boleh memproduksi jenis produk tertentu sesuai sertifikasi.
Golongan A memiliki persyaratan paling lengkap, termasuk fasilitas laboratorium dan apoteker penanggung jawab.

4. Apa syarat utama untuk mengurus CPKB Golongan A?
Beberapa syarat utama meliputi:
• Memiliki apoteker sebagai penanggung jawab teknis.
• Fasilitas produksi lengkap sesuai standar BPOM.
• Laboratorium uji mutu.
• SOP produksi dan pengendalian mutu.
• Dokumen perusahaan sesuai peraturan.

5. Berapa lama proses mendapatkan Sertifikat CPKB Golongan A?
Prosesnya bervariasi tergantung kesiapan fasilitas. Rata-rata waktu:
• Pengajuan & verifikasi dokumen: 1–4 minggu.
• Audit fasilitas: 2–6 minggu.
• Perbaikan (CAPA): tergantung kondisi.
Jika fasilitas sudah memenuhi standar, proses bisa lebih cepat.

6. Apakah pengajuan Sertifikat CPKB Golongan A dilakukan lewat OSS?
Ya. Pengajuan menggunakan OSS RBA dengan KBLI 20232, dan terhubung otomatis ke e-Sertifikasi BPOM. Semua langkah dilakukan secara online.

7. Apakah semua industri kosmetik wajib memiliki CPKB Golongan A?
Tidak semua wajib. Jika hanya memproduksi produk tertentu, Anda bisa mengambil golongan lain. Namun jika ingin memproduksi seluruh kategori kosmetik, wajib memakai Golongan A.

8. Apakah industri kecil bisa mengajukan CPKB Golongan A?
Bisa, asalkan fasilitas produksi, laboratorium, dan personel sesuai standar BPOM. Banyak UMK yang bekerja sama dengan konsultan untuk menyiapkan persyaratannya.

9. Apa yang diperiksa auditor BPOM saat audit CPKB?
Auditor mengecek:
• Ruang produksi dan alur masuk-keluar bahan.
• Peralatan produksi dan kalibrasi.
• Ruang laboratorium dan dokumen pengujian.
• Dokumen SOP, batch record, dan pengendalian mutu.
• Kualifikasi personel.
• Penerapan standar kebersihan dan sanitasi.

10. Apakah Permatamas bisa membantu proses pengurusan CPKB Golongan A?
Ya, PERMATAMAS Indonesia dapat membantu mulai dari:
• Persiapan dokumen teknis.
• Konsultasi fasilitas.
• Pendampingan audit BPOM.
• Pengajuan di OSS dan e-Sertifikasi.
Layanan ini sangat membantu industri yang ingin mempercepat proses tanpa kesalahan administratif.

jasa urus izin edar pkrt

Izin Kosmetik adalah jasa sepesilis dibidang pengurusan izin kosmetik, yang sudah pengalaman dan kantor berkedudukan di Kota Bekasi Jawa Barat.

Alamat

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

Kontak

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

© 2023 Izin Kosmetik – Support oleh Dokter Website